Sabtu, 28 April 2018

8 faktor tak terduga yang bisa picu penyakit jantung


Setiap manusia pasti memiliki insting bertahan hidup dengan harapan bisa berumur panjang. Sekalipun kita tahu bahwa kehidupan itu tak bisa diprediksi dan nyawa bisa melayang kapan saja.

Jantung adalah salah satu organ vital manusia karena berfungsi memompa darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Namun, tahukah Anda beberapa faktor yang tak terduga ternyata mengurangi kemampuan kerja jantung hingga mengakibatkan munculnya penyakit jantung.

Berikut 8 faktor tak terduga itu, seperti dilansir dari situs Boldsky:

1. Puber datang terlalu cepat

Pubertas adalah fase normal dalam kehidupan manusia. Biasanya, anak perempuan mulai mengalami masa pubertas pada usia 12-16 tahun. Saat itu, organ reproduksi mulai berkembang dan ditandai dengan menstruasi setiap bulan.

Namun dalam beberapa kasus khusus, pubertas ini datang terlalu dini--sebelum usia 12 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa level estrogen dalam darah pada tubuh anak perempuan itu tergolong tinggi.

Jangka panjang,faktor ini bisa memicu pembekuan darah di arteri yang pada akhirnya mengarah ke masalah jantung.

2. Konsumsi pil diet

Obsesi memiliki badan langsing membuat sejumlah orang mengonsumsi pil-pil diet yang dijual bebas di pasaran. Tahukah Anda, beberapa pil diet bisa memblok arteri dan melemahkan otot jantung.

Sebaiknya, Anda menjaga berat badan dengan menjaga pola makan dan olahraga teratur.

3. Sering terserang flu

Kekebalan tubuh yang rendah menyebabkan seseorang mudah terserang berbagai penyakit, terutama flu. Penyakit yang sebetulnya tidak terlalu bahaya itu ditandai dengan pilek, batuk, demam, nyeri tubuh, dan sebagainya.

Namun, penyakit flu yang terus-terusan datang juga bisa menjadi ancaman bagi jantung. Sebab, virus dapat masuk ke saluran jantung dan berdiam di sana. Kondisi inipun bisa melemahkan jaringan jantung.

4. Kesepian

Anda boleh percaya boleh tidak, tapi kesepian bisa menjadi faktor lain yang melemahkan jantung.

Sejumlah studi menunjukkan, orang yang kesepian dan terisolasi biasanya memiliki resiko lebih tinggi untuk stres dibandingkan orang yang punya hubungan sosial baik.

Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa jatuh pada depresi yang pada akhirnya mempengaruhi proses kimiawi di otak.

Kombinasi itu bisa meningkatkan tekanan darah yang pada akhirnya mengarah ke sakit jantung.

Faktanya, statistik menunjukkan bahwa kesepian dan depresi meningkatkan risiko jantung hingga 30 persen dibanding orang yang memiliki kehidupan sosial.

5. Alkohol

Jika Anda 'rajin' minum minuman beralkohol, walau hanya segelas sehari, risiko Anda terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Alkohol merusak arteri dan melemahkan otot jantung. Jika itu belum cukup, konsumsi alkohol juga merusak liver dan menyebabkan ketergantungan.

6. Kekerasan pada anak

korban-korban kekerasan di masa kanak-kanak ternyata juga memiliki risiko tinggi sakit jantung.

Kekerasan di usia anak merupakan momen traumatis yang bisa mengarah pada berbagai gangguan kesehatan mental si anak di masa depan.

Dan, di banyak kasus penyakit dan gangguan mental memiliki keterkaitan dengan penyakit jantung.

7. Pengobatan ADHD

Seseorang yang menderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) biasanya ditandai dengan rentang perhatian yang sangat pendek, tidak fokus, sulit konsentrasi, agresif dan lain sebagainya.

ADHD digolongkan dalam gangguan mental yang perlu pengobatan. Namun, obat-obatan yang dikonsumsi itu juga bisa berdampak pada naiknya tekanan darah dan detak jantung. Hal inilah yang menyebabkan sejumlah gangguan dan penyakit jantung di kemudian hari.

8. Kekurangan Vitamin D

Jangan pernah menyepelekan defisiensi nutrisi karena akan mengganggu kesehatan tubuh. Termasuk vitamin D.

Kekurangan vitamin D ternyata bisa menyebabkan penyakit jantung pada beberapa orang.

0 komentar:

Posting Komentar