Jumat, 27 April 2018

Mana yang lebih unggul, tempe atau tahu?


Tahu dan tempe merupakan makanan khas Indonesia yang memiliki penggemar tersendiri. Sama-sama terbuat dari kedelai, kedua makanan ini dikenal memiliki banyak manfaat.

Tahu dan tempe mengandung komponen yang terdapat dalam kedelai. Yakni vitamin, mineral, asam lemak tak jenuh, serat pangat, prebiotik, isoflavon dan lain-lain. Namun, pengolahan kedelai menjadi tempe atau tahu turut memengaruhi kandungannya di hasilnya.

Ternyata, tempe lah yang lebih unggul. Mengapa? Berikut penjelasannya.
1. Ini alasan mengapa tempe lebih unggul
Menurut ahli kedelai dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Made Astawan ada aspek yang membuat tempe lebih unggul dari tahu. Proses fermentasi pada pembuatan tempe membuat bahan pangan ini jadi lebih mudah dimanfaatkan tubuh.

"Fermentasi dilakukan oleh mikroba, yakni kapang Rhizopus. Fermentasi merombak sesuatu yang kompleks dalam kedelai menjadi sederhana," kata Made dalam diskusi bersama Soyjoy.

"Tubuh manusia itu hanya mampu menggunakan yang sederhana dibandingkan yang kompleks," tambahnya.

Memang seperti apa pengolahan tahu? Pria yang juga dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB ini menjelaskan pembuatan tahu dimulai dengan penggilingan kedelai, lalu disaring, kemudian digumpalkan.

"Hanya itu saja, tidak ada proses fermentasi. Sehingga tidak tercipta senyawa-senyawa baru," paparnya.
2. Cara terbaik memasak tahu dan tempe
Perkara memilih makan tempe atau tahu, tentu kembali ke masing-masing individu. Namun, jika ingin mendapatkan manfaat terbaik dari komponen-komponen menyehatkan yang terdapat pada tahu atau tempe sebaiknya tidak digoreng.

"Ada penelitian yang menyebutkan kalau digoreng itu isoflavon (antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas penyebab berbagai penyakit) turun banyak. Jadi, sebaiknya tempe atau olahan kedelai lainnya diolah dengan misalnya dibacem, tapi jangan digoreng atau dikukus, direbus," kata Made.

0 komentar:

Posting Komentar