Senin, 05 November 2018

Yuk, Kenali Jenis-Jenis Surat Tanah yang Berlaku di Indonesia


Perlu Anda ketahui bahwa Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan  Nasional (ATR/BPR) telah memberikan pesan bahwa Anda harus menguru sendiri sertifikat tanah pada tanah yang Anda punyai ini langsung kepada Badan Pertahan Nasional (BPN). Tujuannya adalah agar sebagai masyarat mampu mengetahui sendiri tatacara pembuatan sertifikat untuk tanah ini beserta uang yang harus Anda keluarikan untuk mendapatkan sertifikat untuk tanah tersebut.  
Tak hanya itu saja, tujuan lainnya adalah agar Anda terhindar dari pungutan liar saat mengurus sertifikat untuk tanah ini yang malah merugikan Anda. Terlebih lagi mengingat bahwa kebanyakan orang yang tertipu saat mengurus sertifikat untuk tanah ini karena ketidaktahuan mengenai prosedur resminya. Maka dari itulah Anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis surat tanah yang berlaku di Indonesia agar Anda bisa tepat dalam mengurusnya nanti sesuai dengan jenisnya masing-masing.
Sebelum Anda mengenali jenis-jenis sertifikat untuk tanah alias surat tanah ini, Anda harus mengetahui terlebih dahulu syarat untuk membuat sertifikat untuk tanah tersebut.  Syarat pertama dalam membuat sertifikat untuk tanah ini adalah formulir permohonan yang telah terisi dan tertandatangani oleh pemohon atau kuasanya pada materai (apabila menggunakan kuasa maka perlu surat kuasa).
Selain itu syarat lainnya adalah fotocoy identitas berupa KTP dan Kak dari pemuhon dan kuasa apabila dikuasakan, bukti dari kempemilikan atas tanah yang Anda punyai dan fotocopy SPPT PBB pada tahun berjalan. Syarat terakhir adalah Anda harus melampurkan bukti SPP/PPh yang telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Dengan Anda telah memenuhi syarat di atas ini, Anda bisa untuk membuat semua jenis sertifikat untuk tanah yang Anda butuhkan.
Nah, setelah Anda mengetahui syarat untuk membuat sertifikat tanah ini, selanjutnya Anda harus mengetahui mengenai jenis surat tanah yang berlaku di Indonesia ini. Terdapat 12 jenis sertifikat untuk tanah  masih berlaku di Indonesia. Berikut adalah 3 dari 12 jenis sertifikat untuk tanah yang berlaku di Indonesia:

1. Girik

Perlu Anda ketahui bahwa girik bukanlah bukti kepemulikian dari tanah. Grik ini hanyalah sebatas pada merujuk pada surat pertanahan yang menunjukan penguasaan terhadap tanah yang berguna untuk masalah perpajakan. Pada surat tanah jenis grik ini, Anda akan menemukan nomer, luas tanah dan juga siapa pemilik haknya karena adanya jual-beli ataupun berdasarkan warisan.  Girik ini harus ditunjang dengan bukti lainnya untuk menunjang kepemilikian tanah. Bukti lainnya ini adalah bukti kepemilikian akta jual beli ataupun surat waris bila Anda mendapatkan tanah berdasarkan warisan.

2. Petok D

Sebelum UUPA diluncurkan yakni sebelu tahun 1960 silam, Petok D ini mempunyai kekuatan yang sama seperti sertifikat kepemulikan tanah. Namun setelah UUPA diluncurkan, kedudukan Petok D tidak sama lagi dengan sertifikat kepemilikian tanah. Saat ini Petok D merupakan alat buti pembayaran pajak tanah saja. Maka dari itulah Petok D ini merupakan surat yang paling lemah apabila digunakan sebagai surat bukti kepemilikian Anda terhadap sebuah tanah. Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui akan haltersebut sehingga menyebabkan terjadinya banyak msalah saat melakukan kegiatan jual-beli tanah.

3. Surat Ijo

Perlu Anda ketahui bahwa surat hijau alias surat ijo ini merupakan bukti penguasaana tas sebuah tanah yang hanya berlaku di Kota Surabaya saja.  Surat Ijo ini merujuk pada surat untuk tanah yang statsunya adalah HPL alias Hal pengelolaan Lahan dari pemerintah pada masyarakat yang menyewa tanahy tersebut.  Untuk memperpanjang Surat Ijo ini, harus mengikuti jaminan bahwa tanah yang disewa tersebut tidak digunakan oleh pemerintah kota Surabaya. Jenis surat tanah yang satu ini diberi nama surat hijau karena mempunyai blangko surat perizinan atas berbagai hak pemakian tanah tersebut berwarna hijau.

4. Ricik

Ricik merupakan bukti atas penguasaan dan pengunaan Anda terhadap tanah yang Anda kuasai. Ricik ini harus dikuatkan lagi dengan keberadaan alat bukti lainnya. Penyebabnya adalah apabila Ricik tidak dikuatkan dengan berbagai alat bukti lainny akan menyebabkan ricik ini tidak mutlak dijadikan alat bukti hak milik terhadap tanah tetapi hanya berlaku sebagai pengunaan dan penguasaan tanah saja.
Itulah tadi merupakan sedikit penjelasan mengenai jenis surat tanah yang berlaku di Indonesia yang harus Anda ketahui beserta syarat mengurus semua sertifikat tanah tersebut. Tentunya semua infomasi di atas ini sangatlah penting untuk Anda simak dengan baik agar Anda mengetahui dengan baik sertifikat untuk tanah yang harus Anda punyai agar menunjukan kepemilikian yang multlak akan sebuah tanah. Maka dari itulah silahkan Anda kuasai semua infoamsi mengenai 12 jenis surat tanah ini dan juga lengkapi semua syarat agar anda bisa mengurus sertifikat untuk tanah ini dengan cepat dan baik.

0 komentar:

Posting Komentar