Rabu, 10 Juli 2019

Kisah Inspiratif Susi, Mahasiswa Penjual Gorengan yang Raih Cum Laude


Susi Sianturi. Itulah nama aslinya. Beliau bisa dibilang sebagai sosok yang menginspirasi banyak orang namun tetap menjadi jiwa yang sederhana dengan capaiannya sekarang. Ia adalah seorang mahasiswi yang rela berjualan gorengan untuk penuhi kebutuhan hidupnya. Oleh sebab itu, ia pantas mendapat anugerah asuransi wakaf Allianz!

Terpaksa Jualan Gorengan
Berjualan gorengan di tanah rantau mungkin tak pernah ada di benak Susi Sianturi sebelumnya. Namun, mau bagaimana lagi, hal ini harus ia lakukan bila tetap ingin kuliah dan hidup di tanah rantau serta mencapai cita-citanya. Bagaimana tidak, kedua orang tuanya yang tinggal di Tapanuli Tengah, Medan hidup pas-pasan.

Dalam satu bulan, mereka hanya mampu mengirimi Susi uang sebesar Rp300.000,- saja. Uang sebesar itu jelas tak mencukupi untuk membayar uang kuliah dan biaya hidup Susi selama di perantauan. Bertekad untuk bisa mencapai impiannya, ia akhirnya memutuskan untuk berjualan gorengan.

Ia memulai menjual gorengannya di lingkungan asrama putri setiap pagi yang dimulai setelah usai sholat subuh. Dalam satu hari, bila jualannya laku terjual dan habis, ia bisa mendapatkan uang maksimal Rp30.000,- per harinya. Bukan jumlah yang besar memang. Namun, bagi Susi itu sangat bermanfaat.

Meski pendapatannya dari berjualan gorengan sangat membantu untuk biaya hidup, namun besarnya biaya kuliah membuatnya memutar otak. Ia harus mencari sumber penghasilan lain bila mau tetap berkuliah di Institut Pertanian Bogor tempatnya menimba ilmu hingga mendapatkan gelar sarjana dengan predikat sebagai cum laude. 

Ia memutuskan untuk tak hanya berjualan di asrama putri tempatnya tinggal saja, namun juga berjualan keliling dan menitip gorengannya di berbagai fakultas di kampung tersebut. Hasilnya, tentu saja lebih dari cukup untuk memenuhi segala kebutuhannya selama kuliah di ITB ini.

Susi Sianturi mengungkapkan bahwa dirinya sangat terharu dan gembira bisa mendapatkan keadaan dirinya seperti sekarang. Lulus dengan predikat terbaik. Maka, tak heran kalau Susi sangat bahagia dan nyaris menitikkan air mata tatkala pembawa acara dalam upacara wisudanya menyebutkan nama dirinya dan juga nama kedua orang tuanya.

Beliau berhasil lulus program S2 di IPB dengan predikat terbaik. Tentu semua yang dilakukannya sebelumnya selama berjuang di sini terbayang di benaknya tatkala ia naik ke podium untuk mengambil haknya. Selama sembilan tahun, Susi harus berjualan gorengan di lingkungan kampus untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.

Ya, sembilan tahun. Ia sudah tinggal di sana selama itu karena menghabiskan waktu S1 dan S2 yang sama-sama ada di IPB. Pada saat kuliah di program pendidikan sarjana, ia mengambil jurusan Peternakan dan di semester kedua di program pendidikan itulah ia memulai pilihannya menjadi seorang tukang gorengan hingga berhasil sampai saat ini.

Asuransi Allianz Wakaf
Kisah Susi yang sangat menginspirasi banyak orang. Oleh sebab itu, patutlah Susi mendapatkan anugerah asuransi Allianz wakaf. Ada banyak manfaat yang bisa ia dapatkan dari perlindungan ini seperti perlindungan asuransi jiwa dasar, perlindungan  penyakit kritis, cacat total dan lainnya yang bisa membantu Susi meraih cita-citanya yang lain.

Meski kini Susi sudah tak lagi kuliah di IPB dan tak lagi menjadi tukang gorengan di kawasan itu, namun kegigihannya dalam mendapatkan cita-citanya patut diacungi jempol. Tak banyak orang yang bisa seperti itu. Oleh sebab itu, pantas baginya untuk memperoleh anugerah asuransi wakaf dari Allianz untuk bantu Susi mencapai cita-citanya yang lain.

0 komentar:

Posting Komentar