Rabu, 18 September 2019

5 Langkah Wajib Saat Membeli Mobil Bekas


Membeli mobil, baru ataupun bekas, jelas bukan aktivitas yang biasa kita lakukan sehari-hari. Karena itulah, dibutuhkan kejelian dan kecermatan dalam memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Karena, sebuah mobil biasanya akan kita pakai dalam jangka waktu yang cukup lama.

Proses membeli sebuah mobil bekas, baik dari dealer (sering diistilahkan showroom) maupun dari perorangan, pada dasarnya tidak jauh berbeda. Kita harus memastikan bahwa kondisi mobil sesuai dengan harapan kita yakni dengan melakukan pengecekan kondisi mobil bekas incaran secara menyeluruh. Pengecekan  harus dilakukan dengan cermat agar tidak salah dalam membuat penilaian. 

Karena itulah setidaknya ada 5 langkah yang wajib dilakukan saat melakukan pengecekan:

1. Pengecekan mesin 

Pastikan mesin dalam kondisi baik. Yang paling mudah untuk dilihat adalah tidak adanya kebocoran oli. Jika ada rembesan sedikit saja, ada kemungkinan mesin mulai bermasalah.

Suara mesin juga bisa dijadikan patokan. Jika suara terasa kasar atau ada bunyi-bunyian yang tidak sewajarnya, maka kita wajib mencurigai ada ketidakberesan. Lakukan juga pengecekan terhadap sistem transmisi, kelistrikan, sistem penggerak, serta komponen lain yang menunjang pengoperasian mobil.  

2. Pengecekan bodi dan interior

Yang harus dipastikan saat mengecek bodi adalah adanya kemungkinan bekas tabrakan hebat. Sebab, kejadian semacam ini kadang bisa berpengaruh pada sasis, hingga akibatnya mobil tidak lagi bisa melaju sempurna. 

Pada pengecekan interior, kita perlu memastikan mobil tidak pernah kena banjir. Pengecekan bisa dilakukan dengan melihat kemungkinan adanya karat pada bagian logam, aroma yang khas (seperti bau basah), atau adanya noda-noda air pada material tertentu.   

3. Pengecekan surat-surat kendaraan

Sekilas terkesan sepele, namun keberadaan surat-surat kendaraan terkait dengan bukti kepemilikan dengan konsekuensi masalah hukum nantinya. Pastikan bahwa nomor mesin, nomor rangka, dan dokumen-dokumen lain sudah sesuai.

Meski tidak wajib, kadangkala pihak kepolisian juga akan menanyakan faktur pembelian mobil saat masih baru. Karena itu, keberadaan dokumen ini cukup penting dan menambah nilai positif dari kendaraan itu.  

4. Pemeriksaan riwayat servis 

Mobil bekas yang baik biasanya punya riwayat perawatan yang tercatat. Lebih istimewa lagi kalau perawatan dilakukan di bengkel resmi. Karena di bengkel resmi, riwayat perawatan sedari baru akan tercatat bahkan bisa diakses di semua bengkel secara online. Spare part yang dipakai juga dijamin asli. 

Seandainya perawatan dilakukan sendiri atau di bengkel biasa, kita bisa menanyakan riwayat perawatan dari kwitansi pembayaran jasa servis atau bon-bon pembelian spare part. Sekiranya penjual tidak bisa menunjukkan bukti-bukti ini, kita harus lebih cermat lagi memperhatikan kondisi mesin. 

5. Lakukan test drive

Penjual yang baik akan selalu mempersilakan calon pembeli melakukan test drive kendaraan, meski rutenya tidak terlalu jauh. Dalam uji perjalanan ini kita dapat merasakan suara mesin, reaksi kendaraan saat digas, pengendalian saat berjalan, bunyi-bunyi bodi kendaraan, dan kondisi kaki-kaki saat melintas di jalanan yang jelek atau polisi tidur. 

Kalau kebetulan belum pernah mengendarai mobil yang diincar, test drive ini sekaligus jadi ajang kemantapan hati apakah memang benar-benar ingin memilikinya. Mungkin saja, mobil jenis lain bisa lebih cocok. 

Memang melakukan pengecekan terhadap mobil bekas yang hendak dibeli butuh sedikit upaya. Selain itu, kita setidaknya juga harus punya sedikit pengetahuan tentang hal-hal teknis, mengingat mobil merupakan benda yang sarat dengan teknologi.

Jika Anda merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup, silakan ajak mekanik yang berpengalaman atau jasa inspeksi mobil yang independen dan terpercaya, seperti Otospector. Dengan melibatkan jasa profesional, maka kita akan mendapat gambaran yang objektif tentang kondisi mobil dan dapat menentukan harga yang pantas untuk memilikinya. 

0 komentar:

Posting Komentar