Kamis, 24 Oktober 2019

Di Indonesia Hanya Terdapat 13,2 Persen Lansia yang Tergolong Sehat dan Bugar


Hanya terdapat 13,2 persen orang lanjut usia (lansia) di Indonesia yang tergolong sehat dan bugar. Data tersebut diketahui berdasarkan kategori Spektrum Kerentanan (Frail) di Indonesia 2013.

Laporan berjudul Indonesia Frailty, Aging and Quality of Life (INA-Fragile) memaparkan kategori kerentanan lansia. Dokter spesialis penuaan (geriatri) Siti Setiati menjelaskan lebih rinci.

"Yang benar-benar (lansia) sehat itu hanya 13,2 persen. Mereka masih aktif beraktivitas fisik," kata Siti.

Sementara itu, lansia yang memiliki penyakit, tapi masih bisa menjalani aktivitas atau istilahnya pre-frail sebanyak 61,6 persen. Mereka masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Temuan juga memaparkan, sekitar 25 persen lansia masuk kategori frail atau kondisinya sakit dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka hanya bisa berbaring atau di rumah saja. Perawatan dengan pengasuh pun dibutuhkan.

Risiko kerentanan memengaruhi kualitas hidup. Siti menjelaskan, beberapa risiko kerentanan yang terpapar dalam jurnal berjudul Frailty and the Prediction of Negative Health Outcomes: A Meta-Analysis yang dipublikasikan pada jurnal JAMDA.

1. Sebanyak 1,8 hingga 2,3 kali lipat lansia memiliki risiko kematian.

2. 1,6 hingga 2 kali lipat lansia berisiko kehilangan aktivitas sehari-hari.

3. 1,2 hingga 1,8 kali lipat lansia berisiko memerlukan pengobatan maksimal di rumah sakit.

4. 1,5 hingga 2.6 kali lipat lansia punya keterbatasan fisik.

5. 1,2 hingga 2,8 kali lipat berisiko jatuh dan patah tulang.

"Agar tetap sehat, lansia bisa menjalankan pola hidup sehat, yakni konsumsi makanan yang sehat, berhenti merokok, rutin bergerak aktif, serta membuat otak tetap aktif bekerja," tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar