Minggu, 12 Januari 2020

Menstruasi berlebihan? Jangan khawatir, berikut ketahui penyebab terjadinya menorhagia

Sumber: Sehatq.com

“Dilansir dari laman Hellosehat” bahwasanya ada beberapa penyebab menorhagia sehingga dapat terjadi pada kita ataupun pada orang-orang terdekat kita, berikut kenali diantaranya:

- Proses lepasnya telur ini dikenal sebagai ovulasi. Jika ovarium Anda terganggu dan tidak melepaskan telur selama siklus menstruasi, tubuh tidak dapat memproduksi hormon progesteron. 

- Obat-obatan tertentu
Obat antiradang, obat hormonal (estrogen dan progestin), dan antikoagulan (warfarin) dapat menyebabkan menstruasi berlebih yang berkepanjangan.

- Fibroid rahim
Fibroid rahim adalah tumor non-kanker yang tumbuh di masa subur wanita. Tumor yang berukuran besar bisa menekan kandung kemih sehingga membuat pengidapnya sering buang air kecil. Selain itu, tumor yang berkembang di dinding rahim ini bisa menyebabkan perdarahan yang berat saat menstruasi.

- Hormon yang tidak seimbang
Pada siklus menstruasi normal, keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron mengatur penumpukan lapisan rahim (endometrium), yang ditumpahkan saat menstruasi. Jika hormon wanita tidak seimbang, endometrium berkembang secara berlebihan dan akhirnya membuat perdarahan berat saat menstruasi.

- Ovarium tidak berfungsi semestinya
Disfungsi ovarium bisa menyebabkan hormon menjadi tidak seimbang. Dalam satu siklus menstruasi (biasanya sebulan), seharusnya sel telur dilepaskan untuk mempersiapkan pembuahan. 

- Selain itu, darah yang keluar biasanya sangat banyak melebihi normal. Pada wanita yang telah menopause, polip juga bisa menyebabkan perdarahan yang seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, jangan anggap enteng jika pascamenopause Anda masih mengalami perdarahan seperti haid.

- Adenomiosis
Adenomiosis adalah kondisi saat lapisan rahim (endometrium) menembus dindim otot rahim (miometrium). Adenomiosis merupakan satu dari banyak penyebab menorrhagia atau menstruasi berlebih pada wanita. Selain menyebabkan menorrhagia, adenomiosis juga membuat pengidapnya mengalami kram, perut bawah yang serasa tertekan, dan kembung.

- Polip
Polip adalah daging kecil yang tumbuh pada lapisan rahim. Biasanya daging ini tergolong jinak dan tidak bersifat kanker. Meski jinak, pertumbuhan polip di rahim bisa menyebabkan masalah seperti menstruasi yang lebih lama, sering, atau bahkan tidak teratur.

- Menggunakan IUD
IUD atau yang juga dikenal sebagai KB spiral memiliki efek samping, salah satunya adalah perdarahan hebat saat menstruasi. Kondisi ini juga menyebabkan pemakainya bisa mengalami perdarahan di antara siklus haid.

Adapun beberapa Faktor yang ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit menorrhagia tersebut. dan faktor tersebut sangat bervariasi. Namun, usia jadi salah satu faktor yang membuat wanita rentan mengalami perdarahan yang berlebihan ini. Perlu kita ketahui juga remaja perempuan yang baru saja haid dan wanita perimenopause termasuk golongan yang cenderung sering mengalami menorrhagia. “dilansir dari laman Sehatq” dalam penyakit tersebut yang menjadi penyebab menorrhagia sehingga penyakit tersebut dapat timbul. Langkah selanjutnya kita dapat melakukan beberapa diagnosis sepertihalnya:
  • Tes darah. pengambilan sampel darah akan dievaluasi untuk dapat mengetahui bahwasanya ada kekurangan zat besi dan kondisi lain sepertihanya penyakit tiroid atau ketidaknormalan dalam pembekuan darah yang terjadi.
  • Tes papsmear. Dalam beberapa tes ini, sel dari serviks yang telah dikumpulkan dan dites untuk melihat dan memastikan terdapat infeksi atau tidak dari hasil tes tersebut, peradangan yang terjadi atau perubahan sehingga semua itu dapat menjadi kanker atau gejala menuju kanker
  • Biopsi endometrium. Langkah selanjutnya dokter akan melakukan pengambilan contoh jaringan dari dalam rahim tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
  • Ultrasound. Pemeriksaan tersebut menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar rahim, ovarium dan pinggul.

0 komentar:

Posting Komentar